Selasa, 23 Februari 2010

Kembali…

Bahagianya hati ketika sahabatku t’lah kembali
Kembali dalam suasana yang dibangun dengan harapan
Inilah yang ku nanti…
Ketika semua menjadi seperti awal

Rasa yang tak terbendung
Menggulung bak ombak yang kan segera menepi pantai
Menari dalam putihnya buih
Membawa kembali sahabatku

Meski tetap tak terlihat wujud…
Namun hadirku, hadirmu terasa dekat
Sedekat bintang dengan gelap malam

Awal musim pada sebuah masa…

Sahabat, musim itu pasti kau paham
Sahabat, tentang masa itu akankah kau selalu kan mengingatnya?

Jika bukan karena-Mu Ya Robb…
Hilanglah setiap batasan dari kami…

Ikatlah hati-hati kami Ya Robb…
Ia kan menjadi penyubur bungaku yang hampir layu…


***
Memori, 22 Feb 2010 “Senja”

Senin, 22 Februari 2010

Kabar Bintang kecilku


Bintang kecilku…
Hadirmu menemani hari-hariku…
Sinar matamu teduh…
Terkadang inginku kecup pipimu dan membelaimu
Dekap dalam pelukanku

Gadis kecilku…
Siapa namamu?
Selama ini ku sebut kau “bintang kecilku”
Andai nanti kita bertemu…
Sungguh…tak kan asing bagiku menimangmu

Gambar wajahmu kutemukan dalam cinta
Yang kini selalu menghiasi sudut mejaku

Bintang kecilku…
Riuhnya suara hujan di luar
Menambah gundah jiwaku
Saat ku tahu kini kau terbaring lesu

Bintang kecilku…
Saat ini rentan tubuhmu untuk sakit
Usiamu belum genap satu tahun

Ya Robb.. kutitipkan doa dan kecup sayangku untuknya…
Syafakillah sayang…..
Dan…
Panggil aku amma…

***
Dalam deras hujan, 22 Feb 2010

Jumat, 19 Februari 2010

Aku selalu lalai dari 3 hal

Aku selalu lalai dari 3 nikmat ini

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam.
Pertama, adalah nikmat yang nampak di mata hamba.
Kedua, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya.
Ketiga, adalah nikmat yang tidak dirasakan.


Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.
Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.” Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.”
Semoga kita termasuk orang yang mensyukuri tiga macam nikmat ini.


Kamis, 18 Februari 2010

Yang ku Rasa…

Enam hari telah berlalu….
Saat dedauan masih basah pagi itu…
Belum jua tetesan itu berhenti membasahinya setelah deras sepanjang malam menemani kelam tak bermimpi

Kata-katamu terlalu tajam sahabat….
Tak kah disadari ia dapat mengeringkan pucuk-pucuk daun yang kemudian lepas dari setiap batang?

Ia berguguran….

Bahagiakah kau melihatnya berjatuhan….?

***
Memori 13 Feb 2010

Rabu, 17 Februari 2010

Kata yang terasa Asing

Air minum yang terteguk dengan pahitnya rasa di jiwa
Semoga dapat menyirami hingga kedalam hati yang meneduhkan luka
Sungguh…terasa asing dihari itu…
Setiap pesan yang kau tuliskan, bukanlah sosok yang selama ini ku kenal

Maaf jika ku banyak menuntutmu…
Maaf jika terkadangku mengkritikmu…
Sungguh..karena kau sahabatku
Inginku seperti dulu, tak peduli semua atribut yang kau pakai…
Kau tetap sahabatku…
Berbagi bersama…

Inilah caraku…
Caraku…

Apapun itu, siapapun kau nanti…
Tetaplah bagaimana awal dengan cara kita menyampaikan setiap pesan
Pesan yang tersampaikan lewat setiap pertengkaran kecil
Kadang tawa, kadang dalam desiran angin yang menyatukan rindu

***
“Maaf…”

Senja, 17 Feb 2010

Temukan Aku…

Mungkin ini saat yang tepat…
Mungkin saja…
Dan mungkin aku sendiri pun tak yakin…
Tapi inilah langkah yang ku ambil….

Bukan penyesalan saat lembaran kisah itu tertulis…
Sungguh… sejatinya ku bersyukur melihat bungaku yang lama membeku berlahan mekar dan memancarkan harapan tuk tumbuh….
Kau tahu...?

Inilah suara hatiku….
Dimana tak seorangpun dapat memahami dan mengerti…
Hanya pemilik Jiwa dan Hatiku yang ku yakin memahaminya…
“Sang Robbul Izzati”

Mungkin kau, sahabat…
Mungkin saja kau mengerti…tapi akankah kau memahaminya….

Rasaku…tak selelu benar…
Karena ia dipenuhi oleh rasa yang terbendung oleh pengharapan…
Dan…inilah yang kuputuskan….
Cukup disini… diruang yang kau pun tak mengetahuinya

Ruangku….kupastikan tak ada hadirmu…
Namun di sinilah… inginku kau menemukanku
Membawa ke tempat impian bertabur kasih pada-Nya

Jika kau tak dapat menemukanku…
Mungkin kau tak sejatinya mencari ruangku

***
Maaf… inilah langkahku yang semakin jauh darimu sahabat

17 Feb 2010

Dihari Itu….

Kala ini…terhitung bilangan hari yang memanjang dalam bilangan lebih dari satu tahun….
Sahabat…inginku, kala ujianmu tiba,,,beri kabar padaku
Agar disaat itu seluruh nafasku menjadi doa untukmu….

Ingatkah dikala berjuang bersama,,,,
Dan…Saat ini detik-detik hari ujian pententu….
Meski tak seperti dulu…meski semuanya telah berubah….
Tak seperti dulu….
Inginku tetap selalu dekat dalam hari-harimu…..

Hanya itu….tak lebih,,,
Berilah kabar saat bersejarah dalam hidupmu….
Karena disana ku pun kan bahagia melihatmu berhasil melewatinya
Meski setiap langkah kaki ku pun semakin jauh darimu…
Maafkan….

Entah dengan cara apa kabar itupun akan sampai….
Mohonkan pada Robbul Izzati agar dengan cara-Nya yang agung tuk sampaikan padaku…..

***
Sahabat… semoga Allah memudahkan langkahmu dalam ujian nanti
Di sini….hariku tetap bersama bintang yang kan melihatmu dari kejauhan kesunyian.


*(batt)*
17 Februari 2010