Tampilkan postingan dengan label Dialog Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dialog Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

Wanita









Wanita…

Berikan ia kasih, tertuang dalam lautan cinta

Beri ia rindu dalam luas pandangmu menatap cakrawala

Beri ia senyum tulus dalam lembutnya awan putih menyapa

Beri ia hatimu dalam setiap tarikan nafas…


Wanita…

Jangan biarkan ia lalai dalam riuhnya dunia

Jaga ia dari derasnya nafsu amarah

Jaga ia dari terbuainya kenikmatan yang buatnya lemah

Jaga ia dari tajamnya fitnah setiap lidah


Wanita…

Tak tergambakan lagi dalam kata….

Sempurnanya Allah ciptakan…



Condet, 12 Oktober 2010

20:18 WIB



Sabtu, 05 Maret 2011

Harmoni Cinta-Mu

Bismillah….

Ahad, 5 September 2010

Bahagianya ketika mengetahui Allah menitipkan amanah kepada kami. Impian bagi setiap pasangan yang nempuh biduk rumah tangga. Sujud syukur kami pun tak mampu menandingi setiap anugerah yang Engkau berikan Ya Robb…

Tak ada yang menyusahkan dari janinku yang kala itu baru berusia 2 pekan (4 minggu masa kehamilan). Tak ada mual ataupun yang membuatku sakit. Terkadang hanya perubahan fisik atau keluhan ringan karena perubahan hormon…dan itu masih sangat wajar.

Suamiku…Ya Robb..berkali-kali kuucapkan syukur memberiku pendamping hidup yang begitu sabar dan pengertian membimbing dan memahamiku.

Jumat, 11 Juni 2010

Merangkai Dalam Kata



Ya Robb…
Jika hati kami tersirat keinginan...
Semoga tak sebatas bayang semu
Jika tekad kami telah terazam kuat…
Semoga tak sekejap hilang
Jika kaki kami melangkah…
Semoga bukan karena kesombongan

Namun…
Semoga hati, tekad dan langkah kami hanya tuk Raih Ridho-Mu
Laksanakan sunnah Insan mulia, tak sekedar mengucap janji
Keikhlasan dan tanggung jawab senantiasa membentang
Bak layar ketika melaju kapal dalam deras kehidupan

Episode perjalanan dalam dua kehidupan kan berpadu
Melengkapi warna perjuangan dalam kesahajaan

***

Jakarta, Sabtu, 5 Juni 2010 (23; 15 WIB)

Selasa, 01 Juni 2010

Telah Terbiasa


Aku terbiasa
Memecah sepi hingga kini
Meski rasaku tumpah perih
Semua sudah terbiasa

Jalanku tetap hidup
Tertatih membawa genggaman air
Terkadang habis sebelum sampai ke wadah
Wadah yang ku ingin menggenang riak air bahagia

Marah kadangku lelah…
Buang semua batu yang menghujam badan
Lebam dan bernanah
Semua sudah terbiasa

Senyumku menjadi penghias hatiku
Dentingan kalbu mengalun indah iringi aliran darah
Menari indah dikala perih, obat lukaku
Semua sudah terbiasa

Ada Robb-ku…
Aku tak sendiri…
Semua sudah terbiasa…


***
Senin, 31 Mei , 19:57

Senin, 24 Mei 2010

Maaf Atas Segalanya…

Ijinkan ku pergi..
Mendengar suara gemericik air yang jatuh
Mendengar deburan ombak yang bergemuruh…
Menyapa angin yang menerbangkan rasa gundah
Memejamkan mata melihat yang tak terlihat mata

Ijinkan ku menyelam dalam tenangnya air
Jika ia mulai deras, tak ingin kau melihatku hanyut
Maka bimbinglah aku, ajarkan ku cara menyelam
Menyelami setiap ilmu yang Allah anugerahkan

Ijinkan ku terbang
Menaklukkan tingginya gedung kesombongan
Berdialog dengan awan lembut teduhkan dari panas
Mencari tau tentang bintang

Ijinkan ku menanti malam
Malam yang yang memberi ketenangan
Mendengar suara jangkrik yang bertasbih pada Robbul Izzati
Ajarkan ku arti sisi kehidupan lain

Ijinkan ku menyepi
Muhasabah diri atas segala kelemahan

Maaf atas segala khilaf…
Segala hal yang tak ada padaku
Mencoba menjadi diri yang Allah anugerahkan untukku
Inilah diriku…





****
23 Mei 2010 (6:45)

Cinta Tercipta Atas Kasih-Mu

Tak ada yang mengerti selain Robb-ku
Pilihkan insan terbaik untukku
Betapa semua telah berjalan dengan kehendak-Mu Ya Robb…
Pasrahkan diri hanya untuk-Mu

Langkah yang kulalui semakin menuju dekat
Gerbang yang Kau rancang untuk genapkan Dien-ku
Bersinar cerah atas cinta yang tertanam dari kasih-Mu
Tentram jiwa atas keteduhan-Mu menuntunku tuk tak palingkan wajah

Apa yang telah tertanam tanpa kehendak-Mu
Yakinku akan sirna, hilang bak asap membumbung…
Dengan apa ku balas Kasih-Mu Ya Robb ?
Rangkaian ibadahku pun tak kan mampu

Selamat jalan semua noda yang mengusik
Tak ada kata yang terucap selain “syukur” pada Mu
Bebaskanku dari jeruji khayal dan semu
Kini…
Menata jiwa dan hati sambut jalan yang telah Kau bentangkan.




***
Jum’at, 21 Mei 2010 (22:18)

Kamis, 29 April 2010

Ijinkan ku Tetap Di Sini*…

Merasakan salah satu manisnya perjuangan adalah di sini….

Menjadi tempat membuka mata akan getir perjalanan adalah di sini…

Mata yang akan mungkin terbuka setengah jika tak ku kerahkan detikku di sini…

Menjalani sebagian waktuku yang kupunya untuk di sini…

Akankah salah…???

Apalah lagi yang kupunya selain ini…?

Sebuah dedikasi…

Membagi apa yang Robbku anugerahkan untukku

Meski secuil yang kupunya, ku harap dapat bersama merasa pahit dan manis perjalanan

Perjalanan yang kadangkala dipandang sebelah mata…

Sungguh, inginku berniaga dengan Robbku

Ku serahkan hati hati jiwaku tuk raih Ridho-Nya…

Jika nanti takdir-Nya menyatukan kita

Ijinkan ku terus di sini…

***

*Markas Dakwah Fatahillah

Jakarta, 27 April 2010

15.13 WIB

Jumat, 09 April 2010

Cantikmu Di Taman Hati

Dalam senyummu, ku temukan sabarmu
Dalam nada cintamu ku temukan ikhlasmu
Dalam tatap mata menembus segala ego, membuatku teduh bersama
Dalam rintih doamu, ku yakin kau sisipkan bahagia untukku

Sosok kuat dalam baktimu, berada diatas baktiku
Meski tubuhmu terkadang ringkih, lembutmu ku yakin melebihi kokohnya karang

Sinar matamu mengajarkanku arti sabar
Tegarmu menjadi penguatku dikala melangkah

Pengorbanan yang hingga kini belum pernah bisa ku melebihimu
Meski sekuat gelombang yang ku punya, ternyata dibalik lembutmu tersimpan rasa cinta yang belum bisa ku diatas cintamu

Hanya cerita-cerita yang ku punya
Sebagai penghiburmu dikala malam
Bahagianya melihatmu tersenyum dan tertawa
Bak bunga tercantik di taman hatiku

Maaf … jika tak banyak ku lakukan untukmu
Maaf … jika tanpa sadarku, egoku terkadang menyakitimu

Nyanyian daun dikala kemarau, kan terhapus ketika musim semi tiba
Terpatri dalam diri, kan ku jaga senyummu selalu…

Di sini,
Dalam bait ini,
Torehan tintaku untukmu…
Saudaraku tercinta…

***
Semoga bertambah usiamu, semakin menguatkan iman dalam diri
“Kakakku tercinta… Darmayanti” ^___^


Jakarta, 9 April 2010

“Tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup,
Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu,
Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”



Selasa, 06 April 2010

My Lovely Office ^__^

Inilah pilihanku…
Tempat dimana ku gapai tentram di hati
Tempat ku mengukir sketsa impian
Tempat yang nyaman dalam hidupku

Sorot mata memandang aneh
Acapkali ku bertahan dan meneruskan langkahku
Pandangan aneh menusuk setiap gerakku
Sungguh…inilah pilihan hidupku

Maaf jika langkahku meninggalkan goresan luka
Di luar sana, kilauan sinar memang terkadang menyilaukan hati
Namun, bukan kilauan yang kucari…

Robb-ku Maha Adil
Tak dibiarkan ku sedikitpun kecewa
Robb-ku Maha Melihat
Tak dibiarkan ku tanpa tuntunan-Nya
Robb-ku Maha Cinta
Tak dibiarkan ku sendiri melangkah

Kebahagian yang kucari…
Semoga disinilah dapat ku raih ketentraman hati…
Ku harap berkah dari-Mu Ya Robb…

***
6 April 2010
Aku masih di sini…
Kantorku tercinta…. “Humas DPW” ^___^

Selasa, 30 Maret 2010

Kan ku Tulis Puisi Terindahku


Sahabat…
Terima kasih telah hadir dan sempat terangi langit hatiku
Hadirmu kala itu adalah penggalan perjalananku
Entah dimasa ku kan melangkah akankah kita kan bertemu
Yang ku tahu sekarang adalah setiap langkahku
 ku pastikan tak ada bayangmu

Robb-ku terlalu Agung dalam hatiku
Ia selalu hadir dalam alirah darah dan hembusan nafasku
Cahaya-Nya terangi dalam setiap gelapku…

Hadirmu…
Adalah warna yang mengajarkanku tuk ikhlas
Tersenyum untuk sebuah persahabatan dan perpisahan
Kenanganmu ku rajut bingkai dalam episode hidup

Dalam senja menanti gelap malam…
Kan ku tulis puisi terindah yang pernah ku rangkai
Senja yang hanya Robb-ku yang tahu, kapan kan ku tulis puisiku
Puisi yang ku persembahkan untuk kekasih Robb-ku…
Kekasih Robb-ku yang ditakdirkan tuk temani setiap langkahku menuju jalan cinta-NYA

***
30 Maret 2010



Rabu, 17 Maret 2010

Diamku....


Malam ini...
ijinkan ku merenungi setiap arti diamku.....


Selasa, 09 Maret 2010

Mereka Bertanya…

Sayang…
Polosnya air wajahmu menyejukkan pandanganku
Setiap kali mereka bertanya…”foto siapa ini?”
Selalu tak bisa ku jawab…
Hanya senyum yang dapat ku berikan…

Ya…setiap kali, siapapun itu ketika melihat di sudut mejaku

Bintang kecilku…
Hingga saat ini kau masih di hatiku
Gambar dirimu masih setia temani ku
Ingin ku tahu namamu…

Biarlah waktu terus menjauhkan titik temu kita
Yang ku tahu, kau tetap beri warna dalam langkahku

Andai dapat bertemu…
Menimang dan memberimu kecupan sayangku…

Sedikit yang ku tahu darimu…
Usiamu hampir menginjak 1 tahun…
Benarkah????


***
Salam cinta, 9 Maret 2010

Senin, 01 Maret 2010

Harapku masih ada…


Inilah saatnya
Saat ku harus mengambil langkah
Deras hujan telah berhenti
Namun mendung masih menggelayuti langit hatiku…

Hingga saat ini…
Detik ini…

Sahabat...
Masih terbesit yakinku bungaku kan tumbuh
Tetesan hujan di luar, gambarkan penggalan kisah…
Kisah yang membawa harapan

Desiran angin yang berhembus…
Bisikan semua arti perjalanan yang sempat terlalui

Sahabat… ruangku bukan lagi di taman tempat bungaku
Ruangku ada “di sini…”
Tempat dimana tak dapat ku katakan…

Semakin dekat waktu yang ku punya….
Waktu yang tersisa….
Waktu yang mengantarku ke tempat baru
Tempat yang kan ku jalani untuk merajut setiap benang antara kebahagian atau keikhlasan…?

Semua telah tercatat…
Entah, apalah akhir perjalanan yang kan ku lalui….
Hanya satu yang ku pilih… “Berserah diri…”
Mengikuti semua ridho Robb-ku…

Tak kan terucap dari lisan
Bahkan terbesit dihati untuk katakan… “selamat berjuang sahabatku…”
Walau langkahku untuk tidak “di sini…” telah ku ambil

Di sana…
Jauh di ruang yang kian menutup setiap celah
Masih setitik asaku untuk kau temukan aku…

Dan… inilah saatnya
Saat ku coba menutup satu per satu lembaran kisah yang tercatat
Kisah bersamamu sahabatku…

“Robb… Engkau-lah yang mengatur segala kisahku…Jangan pernah jauh dariku…”




***
Saat senja telah nyata tiba…
Senin, 1 Maret 2010

Siapa Aku…???

Untuk insan yang dimuliakan Allah…

Assalamu’alaikum, wr, wb…

Sungguh, telah tersampaikan kabar itu padaku
Kabar yang dinanti oleh setiap jiwa yang merindukan kasih-Nya
Menapaki bersama luasnya alam cinta yang bermuara pada Ilahi

Wahai insan yang hatinya dipenuhi dengan getaran rindu pada-Nya
Betapa Allah mencintaimu, tanpa ada satupun yang dapat menandingi cinta-Nya

Siapa aku yang dapat mengabaikan…?
Siapa aku yang memalingkan wajah ketika cahayamu menghampiri…?
Siapa aku yang menutup jalan cahayamu untuk menembus ego-ku…?
Siapa aku….???

Naïf diri untuk tetap terdiam di sini
Di saat bentangan fitnah setiap saat dapat menerkam
Entah sampai kapan ku tetap terdiam….?
Ya Robb…maafkan atas “diam” ku
Hanya Engkau yang tahu arti diamku

Sekarang hanya dalam hitungan jam….
Setiap detik akan menuntunku untuk memberi jawaban…

***
Sebelum senja tiba, 1 maret 2010

Minggu, 28 Februari 2010

Diambang batas…

Apa yang kini tertulis menjadi saksi betapa ku naïf
Mencoba berlari dari genggaman takdir
Takdir hidupku telah tercipta…

Takdir yang ku pun terkadang bimbang
Benarkah..? atau ini hanya ujian bercampur ego-ku…

Sahabat… denyutan jantung menjadi pertanda waktu semakin dekat
Ku tak tahu akankah kita tetap bersama…
Setiap detik menjadi dentangan yang bagiku menakutkan
Semakin dekat waktu tuk tiba ku putuskan langkah

Melaju atau memupuk harapan pada bunga yang telah ku taman
Bunga yang telah kau beri pupuk
Setelah sekian lama ku pun tak yakin ia tumbuh

Hadirmu dalam penggalan kisah ku
Adalah bagian dari takdir hidupku…
Menjadikan ku bertahan untuk menggantungkan impian

Sahabat… esok entah apakah kita kan bertemu
Langkahku, bukan untukmu namun untuk Robb-ku
Jika esok melihat sosokmu…
Semua telah berubah…akankah ku tersenyum bahagia atau semakin tertusuk dalam bimbangku

Sahabat… takdirku semakin dekat
Sedekat ujian yang kan kau lalui
Ujian yang telah lama kau nanti, dan ujian itu pula yang sejatinya memecahkan pemisah harapan yang sempat tercipta

Berada dalam sisa waktu yang dipertaruhkan
Diambang batas…
Melanjutkan langkah atau “terdiam” untuk menggapai mimpiku

Mimpi bersamamu sahabatku…

Akankah…???

Kini... Sang pemilik jiwaku dan hatiku…”Robbul Izzati”
Menghadirkan harapan baru atau hendak menguji ketegaran seberapa jauh ku bertahan…???
Bertahan untuk mewujudkan mimpiku
Mimpi yang ku pun tak tahu apakah itupun mimpimu…


***
Memori 27 Feb 2010...
Kala senja menggantung...

Kamis, 25 Februari 2010

Pantaskah…????

Robb…betapa lemah dan hina aku….
Sering ku lalai dalam malam-MU…
Tak ada yang dapat ku banggakan dari ibadahku

Rangkaian langkah kakiku
Berjalan menapak di jalan-Mu terkadang dinodai oleh kesombongan
Terlena pujian dunia….

Robb…
Rindu aku…
Rindu suara rintihan mohonkan ampunan-MU
Rindu sejuknya setiap tetesan yang mengalir dari pancaran ketundukanku pada-MU

Robb…
Pantaskan aku mendapatkan insan kekasih-MU
Insan yang mencintai-Mu
Insan yang setiap orang melihatnya menjadi teduh…

Robb…
Kini Ia telah datang mengulurkan bentangan cahaya
Cahaya yang kan membawaku mengarungi luasnya alam cinta-MU
Ia datang…

Tak kuasa aku…

Robb…
Aku lemah…pantaskah aku mengabaikan insan yang mencintai-MU…?
Disaat setiap wanita menginginkan seperti yang ada dihadapanku kini…

Robb…
Ego-ku sering kali menutupi pandanganku…

Robb…
Kau lebih mengetahui yang terbaik bagiku, dimana diri-ku pun tak mengetahuinya….

Robb…
Jangan biarkan hamba memutuskan tanpa petunjuk-MU






***
Dalam bimbangku, 25 Feb 2010




Rabu, 24 Februari 2010

Renungku…

Saat harapku berbuah pada pilihan…
Sebuah keadaan yang ku takuti
Memilih yang sebenarnya tak mampu ku pilih…

Sahabat…
Telah beberapa sinar harapan datang padaku
Mengajak ku pergi menjalani hari bersamanya
Namun beberapa kali pula ku teguhkan diri untuk “diam”

Diamku yang mungkin kau tak tahu arti diamku…
Diamku yang mempertaruhkan semua harapanku
Diamku yang menetapkan ku pada ruang yang tak dijangkau siapapun

Kini…
Sinaran terang datang menemukanku dalam ruangku
Entah apa ku kan keluar menghampiri sinaran
Atau tetap terdiam menunggu sinarmu…sahabatku…

Tak ada kilauan isyarat
Karena memang batasan syari’at sebagai perisai

Tak lama lagi…
Janjiku dalam diri tuk “tetap terdiam”
Akankah ku tetap bertahan???
Terdiam dalam pertaruhan…

Sahabat…
Masa dimana tembok pemisah akan runtuh…
Ujian segera kau lewati…
Namun sebelum kau lepas dari ujian…
Pancaran sinar telah temukanku lebih dulu

Ku teguhkan pada Robb-ku
Memohon petunjuk langkah yang kan ku lalui
Bersabar sejenak, namun tanpa adanya pasti…
Atau menyambut sinar yang ada dengan kepasrahan

Ya Robb… sinar itu terlalu indah untukku
Salahkah jika ku tetap bertahan tanpa hiraukan sinar yang datang padaku?
Bantu hamba Ya Robb…
Bersihkan dari bisikan syetan yang kaburkan pemandanganku untuk memilih sinar yang terbaik….

***
Mendung, 24 Feb 2010

Selasa, 23 Februari 2010

Kembali…

Bahagianya hati ketika sahabatku t’lah kembali
Kembali dalam suasana yang dibangun dengan harapan
Inilah yang ku nanti…
Ketika semua menjadi seperti awal

Rasa yang tak terbendung
Menggulung bak ombak yang kan segera menepi pantai
Menari dalam putihnya buih
Membawa kembali sahabatku

Meski tetap tak terlihat wujud…
Namun hadirku, hadirmu terasa dekat
Sedekat bintang dengan gelap malam

Awal musim pada sebuah masa…

Sahabat, musim itu pasti kau paham
Sahabat, tentang masa itu akankah kau selalu kan mengingatnya?

Jika bukan karena-Mu Ya Robb…
Hilanglah setiap batasan dari kami…

Ikatlah hati-hati kami Ya Robb…
Ia kan menjadi penyubur bungaku yang hampir layu…


***
Memori, 22 Feb 2010 “Senja”

Senin, 22 Februari 2010

Kabar Bintang kecilku


Bintang kecilku…
Hadirmu menemani hari-hariku…
Sinar matamu teduh…
Terkadang inginku kecup pipimu dan membelaimu
Dekap dalam pelukanku

Gadis kecilku…
Siapa namamu?
Selama ini ku sebut kau “bintang kecilku”
Andai nanti kita bertemu…
Sungguh…tak kan asing bagiku menimangmu

Gambar wajahmu kutemukan dalam cinta
Yang kini selalu menghiasi sudut mejaku

Bintang kecilku…
Riuhnya suara hujan di luar
Menambah gundah jiwaku
Saat ku tahu kini kau terbaring lesu

Bintang kecilku…
Saat ini rentan tubuhmu untuk sakit
Usiamu belum genap satu tahun

Ya Robb.. kutitipkan doa dan kecup sayangku untuknya…
Syafakillah sayang…..
Dan…
Panggil aku amma…

***
Dalam deras hujan, 22 Feb 2010

Kamis, 18 Februari 2010

Yang ku Rasa…

Enam hari telah berlalu….
Saat dedauan masih basah pagi itu…
Belum jua tetesan itu berhenti membasahinya setelah deras sepanjang malam menemani kelam tak bermimpi

Kata-katamu terlalu tajam sahabat….
Tak kah disadari ia dapat mengeringkan pucuk-pucuk daun yang kemudian lepas dari setiap batang?

Ia berguguran….

Bahagiakah kau melihatnya berjatuhan….?

***
Memori 13 Feb 2010